cara-daftar-haji

Syarat & Panduan Singkat Cara Daftar Haji

Ibadah haji selalu dirindukan oleh setiap mukmin, salah satunya dikarenakan kedudukannya yang amat mulia yang terdapat di dalam rukun Islam. Seorang muslim rela menunggu lama bertahun-tahun demi melaksanakan ibadah haji karena selain wajib hukumnya bagi yang mampu, juga terdapat banyak dalil yang menjelaskan keutamaan-keutamaan ibadah ini.

Namun demikian, keawaman sebagian besar calon jamaah haji seringkali membuatnya merasa kesulitan, salah satunya adalah pada saat proses pendaftaran, entah itu disebabkan ketidaktahuan atau pun berbagai alasan lainnya. Padahal, prosesnya tidaklah serumit yang dibayangkan. Berikut ini kami tampilkan ringkasan syarat & cara daftar haji.

Syarat-syarat untuk mendaftar haji:

  1. Beragama Islam
  2. Sehat jasmani & rohani, dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari dokter.
  3. Memiliki KTP yang masih berlaku,
  4. Memiliki Kartu Keluarga (KK)
  5. Memiliki akte kelahiran, ijazah, atau buku nikah (dapat diganti dengan surat keterangan dari camat)
  6. Memiliki setoran awal minimal Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah)

Keterangan: syarat pada poin nomor 4 dan 5 di atas bisa diganti dengan fotokopi paspor disertai dengan menunjukkan paspor asli yang masih berlaku.

Setelah syarat-syarat terpenuhi, selanjutnya adalah proses cara daftar haji. Berikut adalah tahapan-tahapannya.

  1. Periksakan diri Anda ke Puskemas terdekat dan mintalah Surat Keterangan Sehat untuk keperluan haji.
  2. Membuka rekening tabungan di Bank Penerima Setoran – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS – BPIH);
  3. Setelah Anda memiliki saldo dua puluh lima juta rupiah atau lebih di rekening haji, datanglah ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten / Kota sesuai domisili Anda dengan disertai Surat Keterangan Sehat yang diperoleh dari Puskesmas, KTP, Buku Tabungan, dan pasfoto terbaru berukuran 3 x 4 cm sebanyak 10 lembar dengan syarat berlatar belakang putih dan berukuran wajah tampak 70-80% tanpa kacamata.
  4. Mendatangi kantor Kementerian Agama kabupaten / kota setempat untuk mengisi Surat Permohonan / Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang dibimbing dan disahkan oleh petugas Kantor Kemenag.
  5. Setelah proses di atas selesai, datangi BPS-BPIH yang telah Anda pilih untuk pembuatan nota pendebetan rekening tabungan haji sebesar dua puluh lima juta rupiah untuk ditransfer ke rekening Menteri Agama Cq. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Cabang BPS-BPIH yang ditunjuk sebagai tempat pooling dana Setoran Awal Haji. Cabang BPS-BPIH kemudian menginput nomor pemindahbukuan / transfer serta data SPPH untuk mendapatkan nomor porsi sebagai bukti telah sah terdaftar sebagai calon jemaah.

Setelah itu, BPS-BPIH memberikan bukti setoran kepada calon jamaah haji yang terdiri dari 5 (lima) lembar:

  1. Lembar asli untuk calon jemaah haji;
  2. Lembar kedua untuk diserahkan ke BPS-BPIH;
  3. Lembar ketiga untuk diserahkan ke Kantor Kemenag Kabupaten / Kota;
  4. Lembar keempat untuk diserahkan ke Kanwil Kemenag;
  5. Lembar kelima untuk diserahkan ke Kantor Kemenag Pusat cq Dirjen Penyelenggaraan Haji & Umrah.

Terakhir, laporkan diri ke Kantor Kementrian Agama Kabupaten / Kota tempat mendaftar paling lambat lima hari dengan menyerahkan bukti setoran dari bank disertai dengan persyaratan lainnya yang telah difotokopi.

Sebagai informasi tambahan, berikut ini kami tampilkan daftar Bank Penyelenggara Setoran – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, antara lain: Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Bank Panin Syariah, BNI, BNI Syariah, BRI, Bank DKI, Bank Muamalat, BTN, Bank Permata, Bank CIMB-Niaga, Bank Sumut, Bank DKI, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank Kepri, Bank Sumselbabel, Bank Nagari, dan Bank Aceh.

Demikianlah ulasan tentang syarat & panduan cara daftar haji. Semoga kita diberi kemudahan & kelancaran untuk menuju ke Baitullah.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment